|
|
||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||
|
|
Topik dalam halaman ini:
Dansa sebagai Alternatif Aktivitas Fisik yang Menyenangkan dan Menyehatkan Bagaimana Sebuah Kompetisi Dansa Dinilai?
Artikel Oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events
Tidak ada keraguan bahwa Ballroom sangat menyenangkan! Di seluruh dunia, kebangkitan seni yang elegan ini sangat luar biasa. Mulai dari Amerika hingga ke Jepang, Dansa Ballroom telah menjadi anak emas bagi media, sukses bersaing dengan sitkom top dalam hal rating televisi. Di Jepang, ada lebih dari 40.000 pedansa kompetisi (kompetitor) yang terdaftar, dari total 300.000 kompetitor di seluruh dunia. Kemungkinan ada sekitar dua juta pedansa yang berkompetisi jika kita menghitung mereka yang tidak terdaftar pada organisasi-organisasi dansa. Pengumuman terakhir dari International Olympic Commitee (IOC) bahwa dansa Ballroom akan menjadi cabang olah raga yang didemonstrasikan di Olimpiade musim panas tahun 2008 dipastikan akan menjadi sebuah momentum sebagai olah raga kelas dunia.
Komunitas dansa secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok: pedansa sosial dan pedansa kompetisi. Dansa yang dilakukan oleh kakek-nenek kita di pesta-pesta perkawinan atau yang dilakukan banyak orang di Diskotik, Club, atau Cafe adalah dansa sosial. Tentu saja pedansa sosial ini jumlahnya lebih banyak daripada pedansa kompetisi. Dansa yang mereka lakukanpun belum tentu mengikuti aturan-aturan atau teknik-teknik yang dibakukan dalam dansa kompetisi. Pasangan yang kita lihat di TV dan berdansa dalam sebuah kejuaraan biasanya berada di level tertinggi dari dansa kompetitif atau Championship Level. Dansa yang mereka lakukan memiliki aturan dan teknik yang ditarikan di seluruh dunia berdasarkan silabus yang ketat, yang berawal dari kompetisi dansa Eropa pada awal tahun 1900-an. Para pedansa kompetisi mungkin berlatih beberapa jam sehari dan juga melakukan latihan-latihan fisik lainnya seperti fitness dan balet. Tingkat kebugaran mereka dapat melampaui kebugaran para pelari cepat Olimpiade. Inilah yang disebut olah raga dansa (DanceSport), dan kita tidak mungkin dapat melihat tarian sekaliber ini di acara-acara lokal!
Dansa seperti apa yang akan kita temui dalam dansa sosial? Gaya dansa Internasional, termasuk lima macam dansa Standar (Standard Dance): Waltz, Foxtrot, Tango, Viennese Waltz, dan Quickstep, dan lima macam dansa Latin: Cha Cha, Rumba, Samba, Paso Doble, dan Jive. Pada gaya Amerika, ada empat dansa lembut (Smooth Dance): Waltz, Foxtrot, Tango, dan Viennese Waltz, dan lima dansa Ritmik (Rhythm Dance): Cha Cha, Rumba, Mambo, Bolero, dan East Coast Swing. Dapat dikatakan bahwa Standard hampir sama dengan Smooth, dan Smooth kurang lebih sama dengan Standard, demikian pula dengan Latin terhadap Rhythm. Sayangnya, kedua gaya tersebut berbeda jauh dalam teknik dan presentasi. Terlihat pula dalam banyak dansa sosial apa yang disebut “Dansa Klub” (Club Dances), seperti West Coast Swing, Lindy Hop, Salsa, Merengue, Night Club Two Step, Argentine Tango, dan lain-lain. Jika Anda tinggal di daerah Padang Rumput sebelah utara Amerika, Anda mungkin juga akan mendengar musik dansa Country dan Western Two Step atau Polka dimainkan.
DanceSport: Standard, Latin-Amerika, Ten-Dance, Formation, dan Rock 'n' Roll Dalam DanceSport, atlet pria dan wanita berpasangan untuk berkompetisi bersama-sama dalam pertandingan yang sama, memperebutkan hadiah yang sama. Olahraga Dansa (DanceSport) dilakukan dalam empat disiplin, seperti dikutip dari website worldgames-iwga.
Standard Dances Dansa Standar terdiri dari lima macam: Waltz, Tango, Viennese Waltz, Slow Foxtrot, dan Quickstep.
Latin-American Dances Dansa Latin AmeriKa terdiri dari lima macam dansa juga: Samba, Cha Cha, Rumba, Paso Doble, dan Jive.
Ten Dance Ten Dance adalah kombinasi dari kedua disiplin sebelumnya, dimana kompetitor harus melakukan 10 dansa yang terdiri dari dansa Standard dan Latin-Amerika sekaligus.
Formation Dance Formation menampilkan delapan pasangan menarikan sebuah koreografi yang sama, baik itu Standar ataupun Latin Amerika, dengan musik pilihan mereka sendiri.
Rock' n' Roll Kejuaraan dansa Rock n Roll diselenggarakan dengan aturan dan hukum yang terpisah, serta berada dibawah naungan World Rock 'n' Roll Confederation. Untuk pertama kalinya, kompetisi Rock n Roll diadakan bersamaan dengan disiplin dansa lainnya dibawah IDSF dalam Kejuaraan Dunia (World Games) 2005 di Duisburg.
Teknik yang memadai adalah dasar dari olah raga dansa. Musik untuk semua disiplin kecuali Formation dipilih oleh penyelenggara atau orkestra. Para atlet tidak mengetahui dengan lagu apa mereka akan berdansa, walaupun ritme dasar dan tempo untuk musiknya sudah ditentukan oleh peraturan kompetisi IDSF. Melalui babak-babak eliminasi, pasangan-pasangan pedansa yang berpartisipasi dalam kompetisi dieliminasi hingga di babak final tersisa enam pasang pedansa terbaik. Pada babak final, untuk masing-masing dansa yang ditarikan, para juri memberi penilaian dengan menempatkan mereka di posisi satu sampai enam sesuai dengan kualitas tarian mereka. Pemenangnya adalah pasangan yang mendapatkan nilai peringkat satu terbanyak setelah nilai dari dari setiap tarian diakumulasikan.
Kemampuan Atletik dan Elegansi Menjadi Satu! Di atas lantai parket, dansa adalah perpaduan antara teknik yang memadai dan elegansi. Walaupun terlihat seperti rangkaian langkah dan gerakan yang mudah dan tidak perlu usaha keras untuk melakukannya – apakah itu dansa Latin, Standard dan Rock‘n’Roll – namun pada kenyataannya dansa merupakan salah satu bentuk latihan erobik paling keras.
Dansa Ballroom sebagai Alternatif Aktivitas Fisik yang Menyenangkan dan Menyehatkan!
Artikel Oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events
Dansa Ballroom sangat populer di negara-negara Eropa dan Amerika sebagai sebuah aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh disamping sebagai aktivitas sosial yang menyenangkan. Banyaknya variasi dansa Ballroom juga memungkinkan dansa dilakukan oleh semua orang; tua, muda, pria, wanita, kurus, atau gemuk. Dansa juga begitu menyenangkan sehingga memotivasi kita untuk tidak pernah bosan melakukannya dan seringkali membuat kita lupa bahwa kita sedang berolah raga! Dansa dapat dilakukan dalam grup, berpasangan, atau sendiri. Semua sama menyenangkan!
Di Indonesia, geliat dansa ditandai dengan menjamurnya sekolah-sekolah dansa terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, juga dengan diakuinya dansa sebagai salah satu cabang olah raga dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Namun apakah Anda sudah memahami bagiamana dansa bermanfaat bagi kesehatan?
Meningkatkan kebugaran erobik Dansa merupakan aktivitas erobik, yang berarti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah bekerja bersama-sama untuk melakukan aktivitas ini. ”Penelitian menunjukkan bahwa dansa dapat meningkatkan kerja sistem kardiovaskular dengan cara yang sama dengan aktivitas aerobik lainnya, seperti jalan, lari, dan bersepeda”, jelas Steven Loy, Ph.D., Wakil Direktur dari Exercise Physiology Laboratory, California State University, Northridge. Kebanyakan jenis dansa, bahkan yang paling lembut seperti Waltz, adalah sebuah aktivitas fisik yang setara dengan berjalan kaki dengan kecepatan 3 mil/jam. Ia juga menjelaskan bahwa orang yang berdansa selama 20-60 menit terus menerus pada intensitas sedang, tiga sampai lima kali seminggu, akan memperoleh hasil yang setara dengan indikator kebugaran erobik dari American College of Sports Medicine. Bahkan, mereka yang berdansa dengan intensitas tinggi selama 5 sampa 10 menit, kemudian beristirahat, kemudian berdansa lagi, akan menemui bentuk latihan ”interval training”, yang juga memberikan manfaat bagi sistem kardiovaskular.
Mencegah berbagai penyakit Dansa yang dilakukan secara rutin setidak-tidaknya 30 menit setiap kali dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan kanker, seperti disebutkan dalam Chief Medical Officer Report. At least five a week: Evidence on the impact of physical activity and its relationship to health. 29 April 2004.
Membentuk dan mengencangkan otot Dansa melibatkan banyak gerakan otot sehingga Anda akan merasakan kelelahan otot. Ini merupakan reaksi yang normal bagi semua jenis aktivitas fisik, yang berarti bahwa otot-otot Anda bekerja. Gerakan-gerakan ini tidak hanya dapat membakar kalori, tetapi juga membentuk dan mengencangkan otot.
Meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas tubuh Kemampuan lain yang akan terlatih selama Anda berdansa adalah kelenturan, keseimbangan, koordinasi dan kekuatan otot-otot tubuh karena dalam dansa Anda harus melakukan gerakan-gerakan berputar dan melengkungkan tubuh. Hal ini sangat penting di kemudian hari, yaitu untuk membantu mengurangi risiko terjatuh, dan membantu memelihara mobilitas Anda dan hidup yang mandiri, terutama di saat Anda bertambah tua.
Manajemen stress Dansa dapat meningkatkan mood, mengurangi risiko stress, dan meningkatkan rasa percaya diri, seperti disebutkan dalam Chief Medical Officer Report. At least five a week: Evidence on the impact of physical activity and its relationship to health. 29 April 2004. Dansa dapat membantu melepaskan tekanan. Marian deMyer, seorang peneliti di bidang psikiatri Universitas Indiana, Amerika Serikat, mengatakan, ”Sangat menyenangkan untuk bergerak, mendengarkan musik, berdandan, dan bertemu dengan orang-orang baru.” Jackson, seorang penerbit ”Dance Letter”, surat kabar dua bulanan tentang dansa bagi kesehatan fisik dan emosional mengatakan, ”Lihatlah wajah orang-orang yang sedang berdansa. Anda tidak akan pernah melihat wajah sedih di lantai dansa.” Dansa memberikan kesempatan pada Anda untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang hangat, dalam sebuah atmosfir yang tidak menekan.
Manajemen berat badan Dansa sangat efektif untuk manajemen berat badan tergantung dari intensitasnya. ”Dansa dengan intensitas sedang dapat membakar 250 hingga 300 kalori per jam,” seperti dimuat dalam surat kabar kesehatan Universitas California. ”Sedangkan dansa yang cepat, dengan intensitas tinggi dapat membakar lebih dari 400 kalori per jam.”
Menguatkan tulang dan persendian Dansa membantu mengurangi risiko osteoporosis atau yang lebih kita kenal dengan keropos tulang karena gerakan dan langkah-langkahnya memberikan beban atau tekanan pada tulang, membantu tulang untuk tetap kuat dan padat. Semakin padat tulang-tulang Anda semakin kecil risiko terjadinya fraktur (retak/patah). Selain itu, gerakan-gerakan menekuk kaki, berputar, menekan, dan menyamping dalam rutinitas dansa sangat bermanfaat bagi otot dan persendian, membantu menunda terjadinya osteoartritis seperti dikatakan dalam Chief Medical Officer Report. At least five a week: Evidence on the impact of physical activity and its relationship to health. 29 April 2004.
Menjaga kesehatan pikiran Quickstep atau tango yang dilakukan secara reguler akan membantu pikiran Anda tetap aktif. Latihan dansa memperbaiki sirkulasi dan membantu distribusi oksigen ke otak. Menghapal gerakan-gerakan dan langkah-langkah dalam rutinitas dansa yang kompleks merangsang kerja ingatan. Kenyataannya, penelitian membuktikan bahwa dansa Ballroom mengurangi risiko penyakit Alzeheimer atau Dimensia (kepikunan) seperti dikatakan oleh Lipton Verghese J R dan Katz MJ dalam Leisure Activities and the Risk of Dementia in the Elderly. Dansa tidak hanya memperlambat kemunduran mental, namun juga meningkatkan kekuatan otak. Hal ini dilaporkan dalam Chief Medical Officer Report. At least five a week: Evidence on the impact of physical activity and its relationship to health. 29 April 2004. Juga terdapat beberapa pembuktian ilmiah bahwa mendengarkan musik ketika Anda berlatih akan menstimulasi fungsi mental daripada latihan-latihan fisik yang dilakukan tanpa musik seperti dikatakan oleh Emery CF, Hsiao ET, Hill SM dan Frid DJ dalam Short-term effects of exercise and music on cognitive performance among participants in a cardiac rehabilitation program. Heart Lung 2003.
Di samping semua manfaat dansa bagi kesehatan, dansa sudah pasti menyenangkan! Dansa meningkatkan kehidupan sosial Anda. Mendengarkan musik, menghabiskan waktu dengan teman-teman baik, menjadi bagian dalam sebuah grup atau komunitas, dan bertemu dengan orang-orang baru setiap kali. Anda tidak akan pernah tahu kesempatan apa yang akan datang bersama orang-orang tersebut. Jadi, kenapa terus menghabiskan waktu diatas sepeda statis Anda? Jadikan dansa Ballroom sebagai bagian dari rutinitas fisik Anda, dan nikmati hidup yang sehat dan menyenangkan! Sumber: www.dancesportinfo.net Diterjemahkan oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events Apa yang dimaksud dengan olah raga dansa? Secara sederhana, olah raga dansa adalah bentuk kompetitif dari dansa ballroom. Dansa ballroom kompetitif, yang ruang lingkupnya lebih sempit dari dansa sosial, telah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, yaitu sejak awal 1920-an. Belakangan, sebagai upaya untuk lebih merefleksikan karangkter olah raganya, di Inggris olah raga ini dikenal sebagai Dancesport (olah raga dansa kompetitif). Seperti cabang-cabang olah raga lainnya, olah raga dansa memiliki struktur internasional yang sangat terorganisir, dengan banyaknya kompetisi-kompetisi yang digelar di seluruh dunia, mulai dari kompetisi lokal hingga kejuaraan dunia. Sebagai pengakuan atas sifat keolahragaanya, pada tanggal 8 September 1997, Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee) IOC mengumumkan bahwa mereka mengakui Federasi Olah Raga Dansa Internasional (International DanceSport Federation) IDSF sebagai badan pemerintahan dunia bagi olah raga dansa, dan menjamin keanggotaan penuh IDSF dalam IOC. Olahraga dansa akan didemonstrasikan pada Olimpiade Musim Panas tahun 2008. Jenis-jenis Dansa Olah raga dansaterdiri dari dua gaya: Moderen (atau “Standar”, seperti yang dikenal secara Internasional), yang terdiri dari lima macam dansa. Waltz, Tango, Foxtrot, Quickstep, dan Viennese Waltz; Latin American (atau biasa disingkat Latin saja), yang juga terdiri dari lima macam dansa. Cha cha, Samba, Rumba, Paso Doble, dan Jive. Pengenalan kepada Kompetisi Pada hampir semua bagian, kompetisi dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu Amatir dan profesional, walaupun di Amerika Serikat, kompetisi Profesional/Amatir dimana murid berpasangan dengan guru dansanya adalah hal yang biasa. Kompetisi Amatir dibagi menjadi beberapa kategori usia. Di Inggris, kategori-kategori ini terdiri dari Juvenile (dibawah 12 tahun), Junior (antara 12 hingga 16 tahun), Adult (16-35 tahun), dan Senior (diatas 35 tahun). Proses penilaian pada kompetisi dansa dilakukan dengan membentuk satu tim juri dengan seorang ketua juri, yang tugasnya adalah memastikan bahwa musik dimainkan pada tempo dan durasi yang tepat, agar memeri cukup waktu bagi tim juri dalam menilai semua peserta kompetisi. Tergantung pada tingkat kualifikasi dan pengalaman para juri tersebut, mereka mungkin disetujui untuk menjadi juri pada kejuaraan-kejuaraan akbar. Skor-skor yang diberikan terhadap para peserta kompetisi oleh tim juri dinilai bersama-sama menggunakan sebuah proses yang disebut Skating System, yaitu sebuah sistem penilaian dimana keputusan akhirnya penilaian mayoritas tim juri. Kostum yang menarik, dan penampilan yang baik merupakan faktor-faktor penting dalam menarik perhatian para juri, sementara kemampuan peserta dinilai berdasarkan ketepatan teknik yang dilakukan, dikombinasikan dengan kompleksitas gerakan (koreografi) dan interpretasi dari tarian tersebut. Jumlah dansa yang harus ditarikan dalam masing-masing gaya pada sebuah kompetisi dapat bervariasi tergantung pada sifat kompetisinya. Pada sebuah kejuaraan yang diberi peringkat Championship oleh British Dance Council (BDC), biasanya peserta menarikan lima macam dansa dari masing-masing gaya secara terpisah. Tetapi bila kompetisinya berupa ’10 dance championship’, maka kesepuluh macam dansa dari kedua gaya (Standar dan Latin) akan ditarikan sekaligus. Kompetisi dibagi menjadi beberapa babak dimana pada awalnya terdapat banyak peserta, yang kemudian secara bertahap akan dikurangi sampai akhirnya di babak final hanya tersisa, biasanya, enam pasangan terbaik. Musik untuk setiap tarian pada setiap babak biasanya berdurasi antara 1,5 hingga 2 menit.
Bagaimana Sebuah Kompetisi Dansa Dinilai?
Artikel oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events Pertanyaan berikut ini seringkali diajukan baik oleh penonton/pemerhati maupun para kompetitor dansa: Faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan oleh para juri pada saat menilai penampilan dari para kompetitor? Kriteria penilaian yang mungkin dipilih oleh para juri sebenarnya terlalu banyak untuk digunakan dalam waktu yang sangat terbatas untuk menilai satu persatu pasangan kompetitor yang tampil, karena setidaknya pasti ada enam pasangan kompetitor yang berlaga dan harus dinilai secara serempak. Karena itu, juri harus mengandalkan penilaiannya pada impresi atau kesan yang dibuat oleh masing-masing pasangan kompetitor secara relatif terhadap pasangan lainnya. Juri yang berpengalaman telah melihat dan mempelajari dansa untuk semua level atau tingkat keterampilan, sehingga dapat menilai dengan cepat faktor-faktor berikut ini secara kolektif: POSTURE Salah satu aspek yang terpenting. Postur yang baik membuat pedansa terlihat elegan dan memancarkan kepercayaan diri. Postur yang baik memperbaiki keseimbangan dan kontrol, dan memungkinkan partner anda membangun hubungan yang lebih baik dengan tubuh anda dalam tarian-tarian yang lembut. Hasil sebuah kompetisi seringkali berbanding lurus dengan ketepatan postur. Pepatah lama mengatakan, “Ketekunan dalam melatih prinsip-prinsip postur yang tepat menjanjikan kesempurnaan.” TIMING Jika pasangan tidak menari tepat sesuai dengan musik, tidak akan ada aspek lain yang dapat menutupinya. Musik adalah bosnya. LINE Yang dimaksud garis tubuh adalah panjang dan regangan tubuh dari kepala hingga ke ujung jari kaki. Garis yang atraktif dan dilakukan dengan sempurna, baik garis lengkung maupun lurus, meningkatkan keindahan bentuk figur. HOLD Yaitu posisi dansa yang benar dan tidak mengganggu pergerakan bagian-bagian tubuh tertentu dalam closed dancing position. Sebagi contoh, garis lengan dari penari pria tidak boleh goyah dari siku ke siku. Juga, antara garis lengan penari pria dan wanitanya harus bertemu secara simetri dan membentuk lingkaran, yang walaupun berubah ukurannya, harus tetap konstan dalam bentuk, sehingga pasangan penari tersebut mendapatkan posisi tubuh yang tepat satu dengan lainnya. Siluet pasangan penari harus selalu indah dilihat. POISE Dalam tarian yang lembut, yaitu regangan tubuh penari wanita ke atas, keluar, dan ke kiri dari tangan kanan penari pria untuk mendapatkan keseimbangan dan hubungan dengan kerangka penari pria, juga untuk memperlihatkan kepada penonton. TOGETHERNESS Meleburnya berat tubuh dua orang menjadi satu, sehingga gerakan memimpin dan mengikuti (lead and follow) dalam dansa tidak terlihat kaku, dan penari benar-benar berfada dalam kondisi yang sinkron satu sama lain. MUSICALITY AND EXPRESSION Karakteristik dasar dari sebuah tarian terhadap musik tertentu dan keterikatan koreografi terhadap frase-frase dan aksen-aksen musik tertentu; juga penggunaan penerangan/lampu dan bayangan untuk menghasilkan nilai ketertarikan dalam respon terhadap frase dan aksen tersebut. Sebagi contoh, di dalam foxtrot, mencuri waktu dari satu langkah memberikan waktu bagi langkah selanjutnya; atau putaran yang cepat dalam tarian rumba yang lambat; atau gelengan kepala yang cepat untuk kemudian berhenti sesaat dan kemudian meleleh kedalam gerakan yang lambat lagi dalam tarian tango. PRESENTATION Apakah para pedansa menjual tarian mereka kepada penonton? Apakah mereka berdansa secara terbuka, dengan antusiasme, memancarkan kesenangan mereka dalam berdansa dan kepercayaan diri dalam penampilan mereka? Ataukah mereka memperlihatkan ketegangan dan ketertutupan? POWER Energi sangat menyenangkan untuk dilihat. Di dalam jive, sepertinya selalu pasangan yang paling enerjik yang memenangkan kompetisi. Tetapi energi harus tetap dikontrol, tidak liar. Sebagi contoh, gerakan yang bertenaga adalah aset dalam waltz atau foxtrot, tetapi hanya jika digunakan pada saat yang tepat, dan bukannya hanya untuk membuat langkah-langkah yang lebar. Irama musik harus sesuai dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam waltz sebagai contoh, aksi tubuh para penari harus secara jelas memperlihatkan pengaruh dari satu irama lambat (slow beat) dan dua irama cepat (up beat). Jadi pelepasan tenaga pada awal figur harus dikontrol dan ditahan selama peningkatan pada akhir figur. FOOT AND LEG ACTION Gerakan kaki meluncur menyeberangi lantai dansa dalam foxtrot untuk mencapai kehalusan dan kelembutan; cara mengangkat dan meletakan kaki yang seperti hati-hati dalam tango untuk mendapatkan efek stakato; tekukan dan tarikan lutut dalam rumba untuk menciptakan gerakan pinggul; penggabungan gerakan pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan ujung jari kaki untuk mencapai aksi yang penuh dan tenaga yang optimal; tekukan dan tarikan lutut dan pergelangan kaki dalam waltz untuk menciptakan gerakan naik dan turun. SHAPE Bentuk adalah kombinasi dari putaran dan sway untuk menciptakan tampilan atau posisi. Sebagai contoh, dalam paso doble penari pria menciptakan tampilan visual seperti sedang bermanuver dengan jubahnya. Dan apakah penari wanita mensimulasikan dirinya sebagai jubah yang berkibar-kibar di udara? Di dalam foxtrot, apakah penari pria menggunakan bentuk yang sesuai diluar langkah-langkah partnernya untuk memungkinkan terbinanya kontak tubuh yang benar? LEAD AND FOLLOW Apakah penari pria memimpin dengan seluruh tubuhnya dan bukan dengan tangannya saja? Apakah penari wanita mengikuti dengan ringan ataukah partnernya harus ikut membantu? FLOOR CRAFT Tidak hanya untuk menghindari tabrakan dengan pasangan lain, tetapi kemampuan untuk terus menari tanpa terhenti ketika mengalaminya. Hal ini memperlihatkan penguasaan pasangan tersebut terhadap koreografi dan kemampuan dari si penari pria dalam memilih dan memimpin. INTANGIBLES Seperti: seperti apakah pasangan penari terlihat bersama, apakah mereka cocok secara emosional, kerapihan mereka dalam penampilan, kostum, aliran koreografi mereka, dan secara mendasarm apakah mereka terlihat seperti penari; seluruhnya memiliki pengaruh terhadap persepsi juri dan pastinya nilai yang dia berikan. Juri yang berbeda memiliki kesukaan tersendiri tentang bagaimana mereka ingin melihat, dan memberi bobot faktor-faktor ini secara berbeda-beda.Seorang juri sebagai contoh, mungkin lebih mengutamakan teknik, sementara juri lainnya lebih memperhatikan sisi musikalitas dan ekspresi para penari. Pasangan-pasangan yang bertanya-tanya mengenai apa yang dilihat juri untuk memberikan mereka nilai yang tinggi atau rendah harus mengetahui bahwa setiap faktor yang diuraikan dalam artikel ini harus diperhatikan. Karena para juri hanya melihat setiap pasangan dalam beberapa detik saja, apapun yang menarik perhatian mereka, baik itu positif atau negatif, dapat menjadi faktor penentu bagaimana mereka penilaian mereka. Para kompetitor, yakinlah bahwa tidak ada juri dengan qualifikasi tinggi akan memberikan penilaian selain berdasarkan evaluasi jujur mereka atas penampilan kalian. Kebanyakan juri memegang teguh opini mereka, dan mencoba melakukan tugas mereka dengan sangat hati-hati. Lebih jauh lagi, tidak ada juri yang bisa mengangkat atau menjatuhkan anda. Penggunaan panel dewan juri biasanya memastikan bahwa hasil akhir penilaian adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan.
|
|
|
|
||||||||||||||
|
DanceTalk Community | Contact us | General Resources | Privacy Policy | Terms of Service
Copyrights © 2007 - 2009 DanceTalk.net All rights reserved Site development by: Desi Sudardjat
|
||||||||||||||||||