Home About the Dance Dance Updates Reviews Where to Learn Where to Dance Online Shop

Google   
 
Web www.dancetalk.net


 

 

Updates

 

 

Topik dalam halaman ini:

 

SEA Games 2007 Updates!!

Other News Updates:

  1. Latin Night Peduli Kasih

  2. Indonesian Open International Dance Championship 2005

  3. Pertunjukan Dansa Latin dalam "Goin' Country" Metro TV

  4. Kejuaraan Nasional II Olah Raga Dansa Indonesia 2006

  5. Workshop Argentinian Tango

  6. 1st National DanceSport Championship 2007

  7. PASOS de BAILE Spring Dance Championship 2007

  8. Lombok International DanceSport Championship 2007

  9. Kejuaraan Nasional III Olahraga Dansa Indonesia 2007

  10. Pasos de Baile Autumn Dance Championship 2007

  11. SEA Games 2007 - Selamat Berjuang Atlet Dansa Indonesia!

  12. SEA Games 2007 - Thailand Juara Umum Cabang Olahraga Dansa

 


Indonesian Open International Dance Championship 2005

 

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events

16 Juni 2005

 

Untuk pertama kalinya di Indonesia, PT. Pasos de Baile menyelenggarakan sebuah kejuaraan olah raga dansa bergengsi berkelas internasional yang dinamakan Indonesian Open International Dance Championship 2005 (singkat: IOIDC), yang diselenggarakan pada 16 Juni 2005 di Grand Ballroom Hotel Shangrila Jakarta.

 

IOIDC yang pertama ini diikuti oleh 13 pasangan kompetitor Profesional yang berasal dari 8 negara yaitu China Taipei, Itali, Jepang, Malaysia, Rusia, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat, yang akan berkompetisi di kategori Professional International Latin Dance.

 

Ruangan yang didekorasi dengan sangat elegan ini menjadi meriah saat terdengar musik berirama chacha yang ceria mengawali rangkaian acara malam itu, diiringi langkah-langkah menghentak dari para kompetitor yang menandakan dimulainya babak perempat final. Masing-masing pasangan harus menunjukkan segenap kemampuan untuk menampilkan 5 jenis dansa latin, yaitu Chacha, Samba, Rumba, Paso Doble, dan diakhiri dengan Jive.

 

Sambutan disampaikan oleh Astrid Salim sebagai Co-Founder PT. PASOS de BAILE Events, penyelenggara kejuaraan ini, dan Karl Breuer dari Jerman, yang sekaligus juga membuka kejuaraan malam itu.

 

Kompetisi dilanjutkan kembali, setelah diselingi acara makan malam, dengan penampilan dari ketiga belas kompetitor yang untuk kedua kalinya akan menunjukkan kemampuan mereka berdansa latin. Kali ini para juri harus benar-benar teliti dalam melakukan penilaian, karena mereka harus memilih 6 dari 13 pasangan yang akan masuk ke babak final. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah karena seluruh kompetitor adalah pedansa-pedansa terbaik dari negaranya masing-masing.

 

Sementara para juri menimbang-nimbang untuk memilih 6 pasang kompetitor yang akan berlaga di babak final, para undangan disuguhi penampilan yang luar biasa dari sepasang pedansa Ballroom dari Itali, Mirco D’Agostino dan Ariana D’Amico. Mereka menampilkan tiga tarian yang diawali dengan Quick Step yang dinamis, dilanjutkan dengan Waltz yang lembut, dan diakhiri dengan Tanggo yang penuh emosi.

 

Kemudian Ralph Laphene dari PT. Pasos de Baile Events memberikan Lifetime Achievement Award kepada dua orang yang telah mengabdikan hidupnya dan memberikan banyak kontribusi kepada perkembangan olah raga dansa. Mereka adalah Espen Salberg dari Norwegia dan Karl Breuer dari Jerman. 

 

Espen Salberg mengawali karirnya sebagai pedansa di awal tahun 1970-an, dan telah memenangkan banyak kejuaran bertaraf nasional dan internasional sepanjang karir dansanya. Setelah pensiun sebagai pedansa aktif, Ia kini mengabdikan hidupnya sebagai pelatih dan koreografer dansa. Telah banyak juara-juara dansa bertaraf internasional yang merupakan muridnya. Selain itu, selama sepuluh tahun terakhir Espen juga mengabdikan hidupnya sebagai disainer pakaian wanita, dimana sebagian hasil kreativitasnya itu bisa dilihat di dalam film “Shall We Dance?” karena digunakan oleh pemeran utama wanita film tersebut, Jennifer Lopez.

 

Karl Breuer bahkan jauh lebih senior. Sebagai pedansa, Ia telah memenangkan kejuaraan nasional pertamanya di tahun 1954 sebagai German Champion, dan terus berjaya sebagai pedansa top dunia selama 20 tahun dalam kategori Latin, Ballroom, dan 10-dance. Hingga saat ini belum ada pedansa lain yang bisa berjaya selama itu sebagai pedansa yang aktif mengikuti kompetisi-kompetisi internasional.Setelah pensiun, Ia berkarir sebagai guru dan pelatih dansa, dan sejak tahun 1999 hingga tahun 2005 menjabat sebagai The President of WD&DSC. Banyak hal telah dilakukannya untuk dunia dansa Internasional. 

 

Setelah pemberian penghargaan kepada Espen Salberg dan Karl Breuer selesai,  acara dilanjutkan kembali dengan persembahan dari Mirco dan Ariana. Kali ini mereka menampilkan Vienesse Waltz dan Foxtrot dengan sangat indah.

 

Kemudian tibalah saatnya untuk mengetahui 6 pasangan yang berhak maju ke babak final. Mereka adalah pasangan Sigeru Yahata dan Misako Yahata dari Jepang, Andrei Gavriline dan Elena Kryuchkova dari Amerika Serikat, Andrei Bouchtchik dan Valeriya Boushueva dari Rusia,  Zao Liang dan Ku Yuang Fei dari Malaysia, Slavik Kryklyvyy dan Karina Smirnoff dari Amerika Serikat, serta Massimiliano Matta dan Elvia Martis dari Itali.

 

Penilaian pada babak final ini menggunakan sistem penilaian terbuka (open mark system) yang dilakukan setiap kali keenam kompetitor menyelesaikan satu tarian. Dengan sistem penilaian ini, semua undangan dan juga para kompetitor dapat langsung mengetahui hasil yang mereka capai untuk setiap jenis tarian yang baru saja mereka tampilkan, juga dapat mengira-ngira posisi akhir babak final ini.

 

Sebelum pengumuman juara dilakukan, para undangan dihibur oleh penampilan tiga orang Gran Finalis Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Junior, Samuel, Albert, dan Damai. Para undangan menyambut meriah penampilan ketiga anak berbakat tersebut, terutama saat Samuel (juara pertama AFI Junior) selesai membawakan lagu berbahasa Inggris, You Raise Me Up.

 

Akhirnya, sampailah saat pengumuman juara. Posisi keenam ditempati pasangan dari Itali, Massimiliano dan Elvia. Posisi lima diraih oleh Sigeru dan Misako dari Jepang, sementara posisi empat diraih oleh pasangan dari Malaysia, Zao liang dan Ku Yuang Fei. Podium ketiga, dua, dan satu direbut oleh para kompetitor dari benua Amerika dan Eropa. Di tempat ketiga adalah Andre dan Valeria dari Rusia, disusul oleh Andrei dan Ellena dari Amerika Serikat di podium kedua. Sedangkan gelar juara Indonesian Open International Dance Championship 2005 diraih oleh pasangan dari Amerika Serikat, Slavik dan Karina, yang sepanjang babak final telah merebut hati para juri dan juga seluruh undangan di Grand Ballroom Hotel Shangrila Jakarta. Mereka mendapatkan nilai terbaik untuk setiap tarian yang mereka tampilkan, sepasang juara yang tidak perlu diperdebatkan lagi.

 

Di penghujung acara, sang juara diberikan kesempatan untuk menampilkan sebuah tarian lagi. Slavik dan Karina menampilkan dance Showcase yang sangat indah seperti mimpi. Benar-benar luar biasa.

Indonesian Open International Dance Championship 2005 benar-benar menampilkan tarian-tarian dengan koreografi dan para pedansa tangguh bertaraf internasional, yang perlu dijadikan tolok ukur bagi para pedansa tanah air agar dapat bersaing di lantai dansa dunia.

 

Back to Top


 

Latin Night Peduli Kasih

 

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events

Foto oleh  David untuk PT. PASOS de BAILE Events

25 Juli 2005

Minggu (24/7/05), Indosiar mengadakan program Peduli Kasih 7000, yang diselenggarakan di Assembly Hall Jakarta Convention Center. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan bantuan untuk program Peduli Kasih Indosiar. Peduli Kasih merupakan program kepedulian Indosiar yang pada awalnya bertujuan membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu yang lahir dengan kelainan jantung bawaan agar bisa hidup normal, dengan jalan memberikan bantuan biaya operasi dan pemulihan. Program ini dimulai pada tahun 2000. Dan menginjak tahun kelimanya pada tahun 2005 ini, program Peduli Kasih telah berhasil membantu lebih dari 7000 pasien. Penyakit yang ditanganipun tidak lagi terbatas pada kelainan jantung bawaan, tetapi meluas pada penyakit-penyakit seperti kanker, bibir sumbing, katarak, hidrosephalus, hernia, dan sebagainya.

Acara ini dimeriahkan oleh bintang-bintang AFI 1, 2, dan 3, AFI Junior, Finalis Miss Impian, Jimmy Manopo Orchestra, Carnaval, El Pasco, Rhapsody, serta special latin dance performance oleh Astrid Salim dan Riccardo Cochi, dan tak ketinggalan, host Bob Tutupoli.

Acara bernuansa latin tersebut diisi dengan lagu-lagu latin berirama Mambo, Samba, dan Chacha yang menghentak, hingga Rumba dan Tanggo yang lembut romantis. Sedangkan Astrid dan Riccardo mempertunjukkan 6 jenis dansa latin, yaitu Mambo, Chacha, Samba, Rumba, Tanggo, dan Passo Doble yang memukau semua hadirin.

Acara berlangsung meriah dari awal hingga akhir. Terlihat wajah para undangan menikmati seluruh rangkaian acara yang disajikan. Juga tersirat ekspresi haru para hadirin ketika di layar ditayangkan dokumentasi pasien-pasien yang telah, juga yang sedang menunggu ditangani penyakitnya dengan bantuan dana dari para donatur Peduli Kasih.

 

Back to Top

 


 

Pertunjukan Dansa Latin dalam "Goin' Country" Metro TV

 

Artikel oleh: Desi Sudardjat untuk DanceTalk

Foto oleh David untuk PT. PASOS de BAILE Events

28 April 2006

Jakarta, DanceTalk, 28 April 2006 -- Program musik dan dansa Country yang secara regular ditayangkan secara LIVE oleh Metro TV setiap hari Jumat pukul 20.05 WIB menampilkan warna lain pada penayangan tanggal 28 April 2006. Pasalnya dalam program kali ini PT. PASOS de BAILE events ikut serta memeriahkan acara dengan menampilkan Mauro Rossi (5x juara Spanyol tak terkalahkan dan Blackpool Finalist) dan Astrid Salim (2x juara Singapore) dalam displin Latin-American Dance. Kali ini mereka menyuguhkan dansa Jive dan Chacha yang diiringi musik bernuansa Country. Bisa dipastikan program ini semakin meriah, apalagi ketika saat jeda iklan penonton berteriak "LAGI!"

Yang tidak diketahui oleh penonton adalah, karena acara ini bersifat Live, Mauro dan Astrid tidak mengetahui sebelumnya lagu dan tempo lagu yang akan mengiringi mereka. Apa lagi band pengiring tidak mengerti tempo yang pas untuk berdansa. Alhasil, Mauro dan Astrid harus berkompromi dengan musik country yang temponya terlalu cepat, ditambah lantai mika yang sangat licin. Selain itu masa pembuatan koreografi (koreografi dibuat oleh Mauro) serta latihan pun sangat singkat, hanya 3 hari! Walaupun demikian, pasangan pedansa bertaraf internasional ini tetap dapat bersenang-senang diatas panggung dan menampilkan pertunjukan yang sangat menarik.

Semoga ulasan ini bisa sedikit memberi gambaran kepada pembaca semua. Sampai bertemu dalam event-event berikutnya!

 

Back to Top

 


 

Kejuaraan Nasional II Olah Raga Dansa Indonesia 2006

 

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk DanceTalk

Foto oleh Edwin Djuanda (koleksi pribadi) dan  Desi Sudardjat

29 April 2006

JAKARTA, DANCETALK,29 April 2006 -- Kejuaraan Nasional II Olah Raga Dansa Indonesia 2006 akhirnya selesai diselenggarakan. Kejuaraan yang diikuti oleh 72 pasangan ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan test floor yang dilanjutkan dengan babak penyisihan dansa Standard Ballroom (untuk kategori Novice, Senior, Pre-Amateur, dan Medal Test) serta babak penyisihan dansa Latin (untuk kategori Novice, Senior, Junior, Pre-Amateur, dan Medal Test). Program malamnya sendiri yang dijadwalkan dimulai pukul 18.30 WIB harus terlambat hingga 30 menit atau sekitar pukul tujuh malam.

Program malam dimulai dengan persembahan dansa oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Indonesia yang mempersembahkan dansa Chacha dan Jive. Mereka telah dilatih selama dua bulan oleh pengajar dari Ikatan Olah Raga Dansa Indonesia (IODI) dalam rangka mensosialisasikan Olahraga Dansa di kalangan mahasiswa.

 

 

Selain itu, program malam juga menyuguhkan pertandingan final untuk kategori-kategori yang telah dipertandingkan pada program siang, pertandingan dansa Standard Ballroom dan Latin untuk kategori Amateur, pengumuman juara dan pembagian hadiah bagi pemenang, serta dance performance yang spektakuler oleh dua pasang pedansa bertaraf internasional dari China.

 

 

 

 

Mereka adalah Zhao Liang dan Chang Ting yang merupakan China Professional Latin Champion dan Yang Chao dan Tan Yi Ling yang merupakan Under 21th Standard Blackpool Champion 2005 dan Rising Star Amateur UK Champion 2006.

 

Back to Top

 


Workshop Argentinian Tango

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk DanceTalk

13 November 2006

Untuk semakin mengenalkan dansa kepada publik, Ikatan Olah Raga Dansa Indonesia (IODI) menyelenggarakan Workshop di Suzan Waine, Maga Kuningan, Jakarta Selatan, 11-13 November 2006 mendatang. Kali ini IODI mencoba memperkenalkan jenis tarian Argentine Tango.

Menurut Ketua IODI Jusri Fathma Hakim, meski bukan nomor resmi dalam pertandingan, IODI ingin mengembangkan pengetahuan pecinta dansa tanah air dengan nomor tarian dari Argentina itu.

Workshop yang berlangsung 3 hari itu rencananya hanya meladeni 15 pasangan saha perharinya. Masing-masing pasangan akan diajar selama 6 jam dengan berbagai materi dansa. Mulai dari berjalan, hingga keseimbangan dan menari diiringi musik.

Back to Top


1st National DanceSport Championship 2007

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk DanceTalk

4 Maret 2007

Tanggal 3 Maret 2007 telah diselenggarakan sebuah kejuaraan dansa berskala nasional bertitel 1st National DanceSport Championship 2007 di Lion Air Tower lantai 12, Jl. Gajah Mada No.7 Jakarta Pusat. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Erwan & Yulia SportDance Studio dan untuk selanjutnya akan menjadi salah satu agenda pertandingan regular yang didukung oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) setiap tahunnya.

1st National DanceSPort Championship 2007 diikuti oleh 79 pasang kompetitor yang datang dari DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, dan Kalimantan Timur, untuk berlaga dalam 21 kategori pertandingan, yaitu Amateur Ballroom, Pre-Amateur Ballroom, Novice Ballroom, Junior Under 15 Ballroom, Senior Over 45 Ballroom, Beginners Senior Ballroom, Beginners Waltz, Beginners Tango, Beginners Quickstep, Amateur Latin, Pre-Amateur Latin, Novice Latin, Junior Under 15 Latin, Senior Over 45 Latin, Beginners Senior Latin, Beginners Cha Cha Cha, Beginners Rumba, Beginners Jive, Show Dance, Dance Group, dan Salsa.

Banyaknya kategori yang dipertandingkan memungkinkan lebih banyak level kompetitor ikut serta dalam kejuaraan ini. Namun ada beberapa kategori yang sangat menarik untuk disaksikan. Salah satunya adalah kategori Dance Group. Kategori ini dimenangkan oleh Sila Dance Group dari DKI Jakarta yang menampilkan penari-penari cilik yang menampilkan modern dan Hip Hop Dancing dengan sangat luar biasa. Kelincahan, keluwesan, stamina, dan power mereka sangat patut diacungi jempol.

Kategori lain yang juga menarik adalah kategori Show Dance. Disini kita bisa melihat dua pasang competitor yang menonjol. Pertama, pasangan muda Reyno dan Suci dari Bandung yang menyuguhkan koreografi salsa dengan banyak gerakan akrobatik yang pasti membutuhkan stamina dan power yang tinggi. Namun penampilan mereka ternyata dilampaui oleh pasangan Bandung lainnya, yaitu Feri dan Sri yang menyuguhkan variasi dansa Cha Cha Cha, Samba, dan Salsa-mambo yang sangat memukau. Koreografi yang menarik dengan beberapa gerakan akrobatik yang ditunjang oleh teknik, kelincahan, keluwesan, dan stamina yang memadai telah menggiring Feri dan Sri ke puncak podium.

Pada kategori Amateur, pasangan Donny dan Melissa yang mewakili Kalimantan Timur berhasil menyapu bersih cabang Ballroom dan Latin sekaligus, membuat pasangan Feri dan Sri harus puas menduduki posisi kedua pada kedua kategori tersebut.

Selamat untuk para pemenang, dan sampai bertemu pada event berikutnya.

Back to Top


PASOS de BAILE Spring Dance Championship 2007

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk DanceTalk

Foto oleh David Axio untuk PT. PASOS de BAILE Events

19 April 2007

PT. PASOS de BAILE Events kembali menyelenggarakan kejuaraan Olahraga Dansa berskala nasional. Tepatnya pada tanggal 24 Maret 2007 kejuaraan bertitel PASOS de BAILE Spring Dance Championship ini diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

Astrid Salim dan Ralf Lepehne yang tidak lain adalah Co-Founder dari PT. PASOS de BAILE Events menyatakan bahwa tujuan utama diselenggarakannya kejuaraan ini adalah untuk memberikan kesempatan tambahan bagi para kompetitor lokal untuk dapat terekspos dengan dunia dansa dan memberikan kegembiraan murni bagi seluruh penikmat dansa tanah air untuk dapat menyaksikan sebuah kejuaraan dansa yang netral dan adil, tanpa dipengaruhi oleh sekolah atau organisasi dansa dimana mereka tergabung saat ini.

15 Pasang kompetitor bersaing dalam 4 kategori dansa Standard, yaitu One-Dance (Waltz), Novice (Waltz dan Quickstep), Pre-Amateur (Waltz, Tango, dan Quickstep), serta Amateur (Waltz, Tango, Viennese Waltz, Foxtrot, dan Quickstep). Sedangkan 18 pasang kompetitor lainnya bersaing dalam 4 kategori dansa Latin-Amerika, yaitu One-Dance (ChaCha), Novice (ChaCha dan Jive), Pre-Amateur (ChaCha, Rumba, dan Jive), serta Amateur (Samba, ChaCha, Rumba, Paso Doble, dan Jive). Lihat hasil kejuaraan disini.

Para kompetitor yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur itu dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Ralf Lepehne (Jerman) sebagai Ketua Tim Juri, Marcel De Rijk (Belanda), Soenarko Josodihardjo (Indonesia), Erwan Phanjaya (Indonesia), dan Mauro Rossi (Itali).

Mr. Ralph Lepehne dan Mr. Mauro Rossi berpendapat bahwa pasangan-pasangan Indonesia cukup memiliki potensi, terutama untuk pasangan latin, namun mereka harus lebih memperhatikan dan bekerja keras dalam melatih teknik dasar mereka dengan benar dan tidak terjebak pada aksi-aksi akrobatik.

Kejuaraan berlangsung cukup singkat, dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai pukul 17.00 WIB. Di akhir acara pemberian piagam penghargaan kepada para juara dilakukan, dilanjutkan dengan penampilan Dance Showcase oleh Mauro Rossi dan Astrid Salim yang menampilkan 2 tarian. Diawali dengan Rumba, kemudiian dilanjutkan dengan Paso Doble. Ada yang menarik dari Paso Doble yang mereka tampilkan. Paso Doble tersebut tidak diiringi dengan lagu Espana Cani dan sentuhan Spanyol seperti Paso Doble pada umumnya, melainkan diberi sentuhan Portugis didalamnya. Mereka menamakannya Contemporary Paso Doble.

 

Koreografi aslinya diciptakan beberapa tahun yang lalu oleh Espen Salberg, seorang instruktur dan koreografer top internasional yang telah menghasilkan juara-juara dansa internasional, dan diciptakan untuk ditarikan oleh 3 pasang pedansa. Untuk keperluan show kali ini Mauro Rossi melakukan beberapa penyesuaian hanya dalam waktu 3 hari sehingga koreografinya dapat dibawakan oleh dua orang, dan mereka berlatih dengan sangat keras untuk dapat menarikan koreografi tersebut hanya dalam waktu satu hari saja!

 

Sangat menyenangkan dapat menyaksikan langsung sesuatu yang baru. Sayang pertunjukannya sangat singkat dan acara benar-benar harus berakhir. Semoga kejuaraan kali ini memberikan banyak pelajaran bagi para kompetitor nasional, guru-guru dansa, dan para pengurus organisasi dansa di tanah air untuk dapat terus meningkatkan kualitas dan sportifitasnya sehingga kompetitor-kompetitor dansa nasional dapat bersaing dan mengharumkan dunia dansa Indonesia di kancah internasional.

Sampai jumpa di event berikutnya!

Back to Top


Lombok International DanceSport Championship 2007

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk DanceTalk

24 April 2007

Penampilan pedansa-pedansa bertaraf internasional dari Islandia, Polandia, Rusia, dan Ukraina memukau 300-an penonton di Grand Ballroom Hotel Lombok Raya, pada pembukaan Lombok International DanceSport Championship 2007, 22 April 2007 lalu.

Pedansa-pedansa tersebut membawa sentuhan keajaiban pada dansa Ballroom dan Latin, selain memberikan kesempatan kepada pedansa lokal untuk menyaksikan bagaimana seharusnya olahraga ini dilakukan.

Dibuka oleh Muhammad Nur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Lombok dan Nusa Tenggara Barat, kejuaraan Olahraga Dansa pertama yang diselenggarakan di Lombok ini menandai perkembangan besar dalam bidang turisme di pulau tersebut, dan posisi Indonesia di dunia dansa internasional.

Pemenang kategori Ballroom dalam kejuaraan ini adalah pasangan muda dari Ukraina, Denys Samson dan Veronica Prybok yang sangat memukau di lantai dansa.

Pemenang kategori Latin adalah pasangan profesional dari Rusia, Evgeny Ryupin dan Yana Pokrovskaya, yang telah mencuri perhatian semua orang sejak awal mereka menginjakan kaki di lantai dansa. Kemampuan teknik, emosi, dan gairah mereka memukau semua yang hadir di ruangan tersebut.

Diselenggarakan oleh International Dance Indonesia (IDI) dan Asosiasi Pariwisata Lombok, serta didukung oleh  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok, kejuaraan berskala dunia ini telah menarik perhatian juri-juri olahraga dansa internasional yang datang dari Ikraina, Belanda, Rusia, Hongkong, dan indonesia yang bergabung dalam tim juri untuk menilai penampilan para kompetitor dalam kejuaraan ini.

Kejuaraan ini diprakarsai dan dikoordinasi oleh Wakil Presiden World Dance & DanceSport Council, Marcel De Rijk (Belanda), yang juga merupakan finalis kejuaraan-kejuaraan dunia Ballroom, Latin, dan Ten Dance.

Kejuaraan ini ditutup dengan Gelar Extravaganza, yaitu pertunjukan dansa yang menampilkan bintang-bintang dansa dari Islandia, Ukraina, dan Rusia. Seluruhnya adalah pedansa-pedansa kelas dunia yang telah mengantongi berbagai gelar juara pada kejuaraan-kejuaraan dunia.

Menurut Hadi Tjahjono dan Fanny Tanudihardja, salah satu pasangan pedansa profesional indonesia dan anggota IDI, kejuaraan seperti Lombok International memberikan pedansa lokal kesempatan luar biasa untuk menyaksikan dan berkompetisi dengan pedansa-pedansa terbaik dunia.

“Kita di indonesia sangat jauh tertinggal di dunia bahkan di Asia Tenggara dalam olahraga ini. Kita mungkin berpikir telah melakukan yang terbaik setelah memenangkan kejuaraan lokal dan nasional, namun ketika harus berkompetisi melawan pedansa-pedansa Eropa dan Amerika, kita menyadari bahwa kita bukan siapa-siapa,” kata Fanny yang memimpin F&H International Dance School Surabaya.

“Tidak banyak pedansa kita yang pernah menyaksikan kompetisi sekelas Lombok International. Diadakannya kejuaraan ini di Indonesia sangat berharga bagi perkembangan dan kemajuan olahraga ini,” tambahnya.

Back to Top


 

Kejuaraan Nasional III Olahraga Dansa Indonesia 2007

 

Artikel oleh: Desi Sudardjat untuk PT. PASOS de BAILE Events

5 Juli 2007

Aplaus meriah berulang kali terdengar di ruang Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Senin (2/7) malam. Sejumlah ratusan orang menyaksikan persembahan atraktif atlet-atlet dansa nasional yang dengan energik menguasai lantai dansa dari ujung satu ke ujung lainnya, memainkan dansa Standard Ballroom dan Latin Amerika.

Mereka sedang bertarung dalam Kejuaraan Nasional Olahraga Dansa Indonesia yang tahun 2007 ini telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Kejuaraan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), sebagai perwujudan tugas dan tanggung jawab Organisasi Induk cabang olahraga yang berada dalam wadah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), seperti dikutip dari pernyataan ibu Jusri Fathma Hakim, Ketua Umum IODI.

Ibu Jusri juga menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan Kejurnas adalah sebagai suatu sarana evaluasi atas program pembinaan prestasi yang dilakukan IODI selama ini, serta sebagai acuan dalam penyusunan peringkat nasional para atlet olahraga dansa tahun 2007. Selain itu kegiatan Kejurnas ini diharapkan menjadi ajang penyapaan atlet untuk menghadapi berbagai pertandingan di tingkat Internasional, seperti SEA Games dan Indoor Asian Games yang akan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Donny & Melissa, Juara 1 Kategori Amatir Standard Ballroom

Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia 2007

Sebelumnya, sekitar 160 atlet yang datang dari 17 provinsi telah melalui babak penyisihan yang diselenggarakan mulai pagi hari sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka berkompetisi dalam 12 kelas yang dipertandingkan, yaitu Junior Standard – 2 dances (Waltz dan Quickstep), Medal Test Standard – 3 dances (Waltz, Quickstep, dan Tango), Novice Standard – 2 dances (Waltz dan Quickstep), Pre-Amateur Standard – 3 dances (Waltz, Quickstep, dan Tango), Amateur Standard – 5 dances (Waltz, Quickstep, Slow Foxtrot, Vienesse Waltz, dan Tango), Senior Standard – 2 dances (Waltz dan Tango), Junior Latin – 2 dances (Chacha dan Jive), Medal Test Latin 3 dances (Chacha, Rumba, dan Jive), Novice Latin (Chacha, Rumba, dan Jive), Pre-Amateur Latin – 3 dances (Chacha, Rumba, dan Jive), Amateur Latin – 5 dances (Chacha, Samba, Rumba, Paso Doble, dan Jive), serta Senior Latin – 2 dances (Chacha dan Rumba).

Babak penyisihan selesai pukul 17.30 WIB untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi para atlet, dilanjutkan dengan acara malam yang dimulai pada pukul 19.00 WIB. Acara malam dimulai dengan makan malam prasmanan bagi seluruh tamu/penonton, dilanjutkan dengan Parade Peserta yang mengenakan pakaian adat dari masing-masing provinsi yang mereka wakili, dilanjutkan lagi dengan Laporan Ketua Panitia Kejurnas 2007, Sambutan Ketua Umum IODI, sambutan Ketua Umum KONI, show dansa oleh mahasiswa-mahasiswi Universitas Indonesia, dan Line Dance Show oleh Dance Liners IODI, baru kemudian pertandingan kembali digelar.

Donny & Melissa, Juara 1 Kategori Amatir Latin-American Dance

Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia 2007

Pertandingan malam hari meyisakan babak Semi-Final Amateur Standard, Final Junior Standard, Final Pre-Amateur Standard, Final Junior Latin, Final Amateur Standard, Semi-Final Pre-Amateur Latin, Semi-Final Amateur Latin, Final Novice Latin, Final Senior Latin, Final Pre-Amateur Latin, Final Amateur Latin, Show Standard dan Latin, serta pengumuman juara dan pembagian medali.

Secara umum, penyelenggaraan Kejurnas tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu, baik dari segi tempat (venue) yang lebih nyaman dan manajemen waktu yang lebih efisien, maupun dari segi peningkatan kuantitas dan kualitas atlet-atlet yang bertanding.

Menurut bapak Kamser Lumbanradja yang menjabat sebagai Public Relation IODI, jumlah atlet yang berpartisipasi dalam kejurnas tahun ini meningkat pesat, hingga mencapai lebih dari 150 atlet atau sekitar 75 pasang pedansa. Hal ini disebabkan masing- masing daerah sudah memiliki persiapan lebih panjang dan pembinaan atlit yang sudah mulai terprogram, disamping panitia penyelenggara Kejurnas juga semakin memahami penyelenggaraan yang baik, belajar dari pengalaman sebelumnya.

Pembagian Medali Juara 1, 2, dan 3 Kategori Amatir Standard Ballroom

Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia 2007

Menurut bapak Kamser, peningkatan kuantitas atlet peserta Kejurnas juga dibarengi dengan peningkatan kualitas atlet. “Seperti yang dapat dilihat terutama pada kelas atas (Amateur Standard dan Latin),“ lanjutnya, “pertarungan antar pasangan atlet yang berkompetisi di Kejurnas kali ini adalah pertarungan ‘keras’ antara atlit binaan pelatnas dan binaan pelatda yang notabene adalah atlet-atlet dansa terbaik Indonesia.” “Seperti diketahui, pusat pelatihan sekarang ini sedang berjalan untuk persiapan Kejuaran Asian Indoor Games oktober di Macao, Seagames Desember di Thailand, dan PON 2008 di Kaltim,”  Sambungnya lagi.

Masih menurut bapak Kamser Lumbanradja, “Tahun ini kita melihat kemajuan yang pesat di Jawa Timur dengan munculnya pasangan Juveniel dan Junior serta atlit muda di Pre-Amateur yang sangat berpotensi. Tapi secara umum daerah2 lain juga berkembang pesat.”

Memang, sepanjang malam itu penonton dibuat terpukau oleh penampilan atlet-atlet dansa tanah air terutama ketika para atlet dari kelas Amateur yang merupakan kelas tertinggi dalam kejuaraan ini unjuk kemampuan di lantai dansa dalam partai final. Atlet-atlet muda tersebut meliuk-liuk, berlari, melompat, dan berputar dengan gerakan-gerakan yang menguras tenaga namun tetap terlihat anggun dan indah. Pada partai final Amateur Latin, kita dapat melihat betapa meratanya kemampuan para atlet sehingga keenam pasang yang bertarung di partai final tersebut benar-benar harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk dapat terpilih menjadi yang terbaik. Penonton pun dibuat bingung saat menebak-nebak pasangan mana yang akan keluar sebagai juara.

Juara 1, 2, dan 3 Kategori Amatir Latin-American Dance

Kejurnas Olahraga Dansa Indonesia 2007

Ketika ditanya bagaimana perasaannya setelah menang dalam Kejurnas kali ini, Donny Oetomo, yang bersama pasangannya Melissa Phanjaya berhasil menyapu bersih dua kategori Amateur Standard dan Amateur Latin sekaligus malam itu mengatakan, “Ini adalah pertama kalinya kami bertanding dalam Kejurnas dan saya sempat merasa stress selama satu minggu sebelum bertanding.” “Namun hasil yang telah kami capai kali ini sangat baik dan saya merasa sangat senang,” lanjutnya.

Namun kekaguman penonton tidak berhenti sampai disitu. Show dansa Standard dan Latin yang digelar sebelum pembagian medali pemenang pun telah membuat penonton terpukau dan berdecak kagum. Jika tahun lalu show dilakukan oleh atlet-atlet dansa asal Cina, tahun ini show dilakukan oleh dua pasang atlet dansa tanah air. Mereka adalah Tri Mulyana dan Trisnawati  (Standard) yang pada Kejurnas kali ini menampilkan Tango dan Waltz, serta Kriswandoyo dan Aprillia Munarwati (Latin-American) yang menampilkan Rumba dan Samba. Kedua pasang pedansa ini merupakan pemenang pada kategori Amateur Standard dan Amateur Latin pada kejuaraan dansa “PASOS de BAILE Spring Dance Championship” yang digelar pada awal Maret 2007 lalu.

Back to Top


PASOS de BAILE Autumn Dance Championship 2007

Artikel oleh Desi Sudardjat untuk Pasos de Baile Events

11 Oktober 2007

Untuk kedua kalinya di tahun 2007 PT. Pasos de Baile Events menyelenggarakan sebuah kejuaraan dansa berskala nasional, yang kali ini diberi titel Pasos de Baile Autumn Dance Championship 2007. PT. Pasos de Baile Events secara konsisten menyelenggarakan kejuaraan dansa di Indonesia untuk mememberikan kesempatan bagi para atlet dansa nasional agar lebih sering terekspose dengan situasi kompetisi yang sehat, yang diharapkan dapat menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas individual para atlet sekaligus memberikan hiburan dan kesenangan bagi para penggemar dansa di tanah air.

Kejuaraan kali ini diikuti oleh sekitar 150 pasang kompetitor yang datang dari berbagai daerah di Indonesia yang berkompetisi dalam 3 disiplin dansa. Selain dansa Latin-Amerika dan Standard-Ballroom yang telah secara rutin diperlombakan, PT. Pasos de Baile Events juga menyelenggarakan kategori dansa Salsa untuk yang pertama kalinya.

Kejuaraan yang dijadwalkan pukul 1 siang dimulai tepat waktu dan setiap program acara dilaksanakan sesuai jadwal. Tidak ada sambutan panjang lebar baik dari pihak penyelenggara maupun pihak Ikatan Olahraga dansa Indonesia (IODI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), juga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk memperdengarkan musik tanpa seorangpun yang turun melantai. Kejuaraan ini memang menyuguhkan kompetisi dansa sebagai menu utama dan satu-satunya siang itu. Sangat efisien dan tidak membuat penonton bosan dengan acara yang bertele-tele.

Ada 4 level dansa yang dilombakan untuk masing-masing kategori Latin dan Ballroom, yaitu 1-Dance (Beginner), Novice, Pre-Amateur, dan Amateur. Tidak ada kejutan yang ditampilkan oleh para atlet dansa kategori Latin dan Ballroom. Walaupun terdapat peningkatan kualitas, tetapi semua masih seperti yang diperkirakan sebelumnya. Para atlet di level Beginner dan Novice, terutama untuk kategori Ballroom, masih harus bekerja keras memperbaiki “Floor Craft”, tentunya selain teknik-teknik dansa lainnya,  karena sering terjadi tabrakan antar pedansa sehingga koreografi mereka harus terhenti sesaat. Sedangkan pada level Amateur Latin hanya ada 3 pasang yang berkompetisi sehingga persaingan kurang ketat, dan tidak sulit menentukan juara 1, 2, dan 3 diantara ketiga pasangan tersebut. Khusus di level Amateur Latin dan Ballroom, sangat disayangkan bahwa ada beberapa pasang atlet terbaik Indonesia yang tidak dapat mengikuti kejuaraan kali ini. Padahal tampilnya mereka tentu dapat menambah ketatnya persaingan 

Kesan berbeda dirasakan saat pedansa-pedansa salsa tampil. Mungkin karena kompetisi salsa jarang ditampilkan dalam sebuah kejuaraan olahraga dansa, penampilan mereka seakan membawa angin segar dalam kejuaraan kali ini. Selain karena penampilan para pedansa salsa yang cukup mengejutkan, semangat dan dukungan dari para suporter salsa juga membuat suasana menjadi semakin meriah. Para suporter salsa ini tidak segan-segan berteriak dan membuat riuh ruangan. Apalagi ketika pasangan Itang dan Venyci yang notabene adalah pesalsa profesional yang berpengalaman di dalam dan luar negeri tampil di babak final dengan show dance hasil koreografi mereka, sambutan meriah tidak hanya datang dari para pendukung salsa, tetapi dari seluruh penonton dalam the grand ballroom Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta.

Ketika dimintai komentar mengenai para atlet dan kejuaraan kali ini, Mr. Ralph Lepehne (Jerman), ketua juri sekaligus salah satu pendiri PT. Pasos de Baile Events, merasa senang dengan peningkatan jumlah atlet yang berkompetisi dalam kejuaraan kali ini dibandingkan dengan jumlah kompetitor pada Spring Dance Championship bulan Maret lalu. Menurutnya, secara umum terdapat peningkatan kemampuan dari para atlet olah raga dansa, walaupun mereka tetap masih harus terus bekerja keras meningkatkan kemampuan mereka, khususnya dalam hal teknik dan koreografi. Ia juga merasa senang dengan keikutsertaan para kompetitor salsa yang telah menyuguhkan penampilan yang memukau dan memberikan suasana segar dan meriah pada kejuaraan ini. 

Hal serupa juga dirasakan Mr. Ilia Borovskiy yang bertindak sebagai juri asing (Rusia). Ia dapat melihat bahwa seluruh kompetitor mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, sama seperti dirinya.

Sedangkan Mr. Hirokazu Ito, juri asal Jepang, merasa kagum dengan potensi yang ditunjukkan oleh para kompetitor Latin, Ballroom, dan Salsa, serta berharap mereka akan terus meningkatkan kemampuan mereka, tidak hanya dalam hal berdansa, tetapi juga dalam hal gaya (styling) dan penampilan keseluruhan.

Komentar positif juga dilontarkan oleh para peserta kompetisi salsa seusai mengikuti kejuaraan. Mereka merasa senang dan bangga bahwa PT. Pasos de Baile Events telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap komunitas salsa di tanah air. Kompetisi Salsa memang tidak terlalu sering diadakan di Indonesia, tidak seperti kejuaraan Dansa Ballroom (DanceSport) yang secara rutin diadakan setiap tahun, baik yang berskala lokal maupun nasional. Oleh karena itu mereka merasa beruntung bahwa kompetisi salsa bisa dimasukkan dan diletakkan sejajar dalam kejuaraan olahraga dansa ini. Mereka berharap PT. Pasos de Baile Events akan terus mendukung dan memberikan kesempatan yang sama kepada pedansa salsa dimasa yang akan datang.

Klik disini untuk melihat daftar pemenang Pasos de Baile Autumn Dance Championship 2007.

Back to Top


Selamat Berjuang Atlet Dansa Indonesia!

 

Dilaporkan oleh Dr. Edwin Djuanda

5 Desember 2007

 

Selamat berjuang para atlet olahraga dansa (DanceSport) Indonesia yang akan bertanding di Bangkok tanggal 8 dan 9 Desember nanti di arena SEA GAMES Indoor.

Empat pasang atlet DanceSport  yang berangkat hari ini adalah Wawan-April dan Donny-Melissa yang akan bertanding di nomor Latin (Chacha, Samba, Rumba, Paso Doble, dan Jive), serta Yana-Tris dan Erwin-Raissa yang akan bertanding di nomor Standard-Ballroom (Waltz, Tango, Slow Foxtrot, Viennesse Waltz, dan Quickstep).

Mereka sudah melewati fase2 penyisihan dan seleksi yang ketat di dalam negeri (diantaranya kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional) dan mendapatkan pelatihan serius (termasuk latihan intensif selama 1 bulan/couple di negeri China).

Cabang olahraga dansa sudah dua kali dipertandingkan dalam SEA Games sebelum SEA Games 2007 ini. Namun sayangnya atlet-atlet dansa Indonesia belum mampu menunjukkan prestasi maksimalnya. Pesaing terberat adalah atlet-atlet Filipina dan Thailand yang di dua SEA Games sebelumnya selalu mendominasi perolehan medali di cabang ini. Namun tampaknya pada SEA Games kali ini pengurus Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) lebih serius dan matang menyaring dan mempersiapkan atlet-atlet dansa yang akan berlaga. Walaupun dana pelatihan yang dialokasikan pemerintah untuk cabang ini tidak sebesar negara-negara lain, kesempatan cabang olahraga dansa untuk menyumbangkan medali kali ini cukup besar.

Cabang olahraga dansa akan dipertandingkan di kota Nakhon Ratchasima tanggal 8 dan 9 Desember 2007.

Mohon doa restu & Kunjungi website DanceTalk.net untuk update berita dan foto-foto terkini olahraga dansa, dilaporkan  oleh Dr. Edwin Djuanda, langsung dari Nakhon Ratchasima.

 

Back to Top

 


Thailand Juara Umum Cabang Olahraga Dansa

Artikel Oleh Desi Sudardjat

10 Desember 2007

Tanggal 8 dan 9 Desember 2007 adalah saat yang menentukan bagi 4 pasang atlet dansa yang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga dansa (DanceSport) di SEA Games 2007, Thailand. Mereka harus berjuang sepenuh kemampuan melawan atlet-atlet DanceSport terbaik dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina di Vongchavalitkul Hall, Vongchavalitkul University, profinsi Nakhon Ratchasima.

Perjuangan mereka tidak mudah, sebab atlet-atlet dansa Thailand dan Filipina yang sudah membuktikan diri dengan menyapu habis 30 medali yang diperebutkan pada SEA Games 2005 lalu di Manila, Filipina, sudah pasti menjadi lawan terberat atlet-atlet dansa Indonesia pada SEA Games kali ini.

Prediksi awal tersebut ternyata menjadi kenyataan. Dominasi Thailand-Filipina pada cabang olahraga ini masih tak tergoyahkan. Dari 30 medali yang diperebutkan dalam 10 event yang dipertandingkan – 5 event Standard (Waltz, Tango, Slow Foxtrot, Viennese Waltz, dan Quickstep), dan 5 event Latin-Amerika Chacha, Samba, Rumba, Paso Doble, dan Jive) –- tuan rumah Thailand berhasil menyabet 19 medali yang terdiri dari  8 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan Filipina berhasil menyapu 10 medali yang terdiri dari 2 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Kedua negara tersebut hanya menyisakan 1 perunggu yang akhirnya direbut oleh Malaysia di event Latin Amerika-Rumba.

Sungguh hasil yang kurang menggembirakan bagi kontingen DanceSport Indonesia sebab mereka harus pulang tanpa sebuah medalipun. Prestasi terbaik Indonesia dibuat oleh pasangan pedansa Standard Tri Mulayana dan Trisnawati yang berhasil mencapai babak final pada lima event yang diikuti. Namun demikian, Yana dan Tris hanya mampu berada di posisi keenam dari 6 dan 7 pasang pedansa yang berhasi masuk ke babak final.Sedangkan pasangan Standard lainnya yaitu Erwin Salomon dan Raissa Edwina Djuanda harus puas hanya sampai di semi-final.

Hasil yang lebih tidak menggembirakan harus ditelan oleh pasangan-pasangan pedansa Latin-Amerika Indonesia. Prestasi terbaik dibuat pasangan Kriswandoyo dan Aprillia Munarwati yang berhasil masuk babak final di event Paso Doble. Namun mereka harus puas menduduki peringkat keenam dari 7 pasang pedansa yang berada di babak ini. Sedangkan pasangan Latin-Amerika lainnya, Donny Oetomo dan Melissa Parlene harus terhenti di babak semi-final untuk lima event yang diikuti.

Rupanya cita-cita kontingen DanceSport Indonesia untuk menyumbang medali masih hanya sebatas mimpi. Para pedansa tanah air dan pengurus Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) pada khususnya masih harus bekerja keras memperbaiki diri dan tidak cepat puas dengan hasil yang diperoleh dalam kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional, sebab melawan atlet-atlet dansa di kawasan regional pun kita masih belum bisa berbicara banyak. Semoga pencapaian kontingen DanceSport di SEA Games kali ini mampu memacu mereka untuk menjadi lebih baik di keuaraan-kejuaraan tingkat internasional selanjutnya.

Back to Top

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check these out!

 

Online Beauty Biz

Have your own online business at home!

www.online-beauty.biz

 

Warung Yoghurt

Fresh, Healthy, and Natural Home-made Yoghurt

www.warungyoghurt.com

 

TDW University

By Tung Desem Waringin

www.tdwuniversity.com/launch/?id=10003

 

 

 

 

DanceTalk Community | Contact us | General Resources | Privacy Policy | Terms of Service

 

Copyrights © 2007 - 2009 DanceTalk.net All rights reserved

Site development by: Desi Sudardjat